Pelajaran Penting Meraih Podium

Posted: January 1, 2013 in Rally

 

Subhan Aksa podium Ke-3 di Rally Spanyol 2012

Subhan Aksa podium Ke-3 di Rally Spanyol 2012

Kejuaraan Reli Dunia (World Rally Championship) tahun 2012 sudah berakhir bersamaan dengan siraman campagne oleh tiga pereli top dunia diatas podium Rally Spanyol pada tanggal 11 November 2012. Musim reli kali ini telah melibas diatas berbagai macam lintasan reli di 13 negara yang menyebar di tiga benua; Amerika, Eropa dan Australia. Selama itu juga seluruh pereli top dunia melahap total sebanyak 259 Special Stage (Lintasan Khusus, atau lebih dikenal dengan SS) dengan total jarak yang ditempuh sepanjang 5.068,47 km. Jarak segitu hampir sama dengan jarak dari Sabang sampai Merauke.

Sebut saja Sebastian Loeb dan Miko Hirvonnen dari tim pabrikan Citroen, Jari-Matti Latvala dan Peter Solberg dari tim pabrikan Ford dan sederet pereli dunia lainnya yang sudah tidak asing lagi dikalangan reli dunia. Sebastian Loeb adalah salah satu pereli legendaris yang memiliki prestasi fantastis dengan mengantongi Juara Dunia sembilan kali. Perolehan tersebut nampaknya akan sulit untuk ditandingi. Bahkan pebalap legendaris Formula 1 sekelas Michael Schumacher saja hanya mampu mengantongi Juara Dunia tujuh kali. Deret juara dunia Loeb sebetulnya masih bisa bertambah dikantongnya apabila musim tahun 2013 dia akan ikut kembali untuk bertarung secara penuh. Sayangnya, Loeb sudah memutuskan untuk mundur dari WRC dan hanya ikut dibeberapa seri reli saja dan sejauh ini baru Reli Monte Carlo dan Rally Swedia yang akan diikuti dan dua seri berikutnya.

Ditanya pada saat berlangsungnya Reli Spanyol, apakah dia akan kembali bertarung di Reli Spanyol tahun 2013? “Kemungkinan saya akan datang ke Spanyol dalam bentuk balapan lainnya,” jawab singkat Loeb.

Memang musim tahun 2012 ini dunia reli internasional banyak disuguhi kejutan-kejutan yang diluar dugaan baik dari sisi musim balapan yang sedikit mengalami ketidakpastian dari masing-masing negara yang terkena dampak krisis ekonomi di Eropa, pengumuman berhentinya Sebastian Loeb dari reli ditahun 2013 hingga penggantian vendor untuk system penghitung waktu dari Stage One Technology ke Sistemas Integrales de Telecomunicacion (SIT) perusahaan asal Spanyol.

Sebastian Loeb

Sebastian Loeb

Dari sederetan kejutan-kejutan tersebut, ternyata negara Indonesia mendapat porsi khusus serta mencuri perhatian dimata dunia reli internasional dengan perelinya Subhan Aksa asli Makassar dari tim Bosowa Rally Team. Tahun 2012 ini adalah tahun pertama Ubang (panggilan akrab Subhan Aksa) ikut penuh seluruh seri Kejuaraan Dunia Reli untuk kelas Production World Rally Championship (PWRC). Kelas yang diikutinya tersebut merupakan ajang resmi kelas pendukung (supporting) dalam seri Kejuaraan Dunia Reli dan memiliki prioritas yang diakui oleh badan otomotif dunia (Federation l’Internationale Association, FIA) sekaligus memiliki Juara Dunia-nya dalam total perolehan poin terbanyak.

Ken Block

Ken Block

Dalam tahun 2012 ini Ubang sendiri memberikan kejutan dikelas PWRC tersebut dengan hasil-hasil reli-nya yang cukup mengejutkan dan membanggakan dalam beberapa seri. Kejutan-kejutan tersebut direbutnya dalam raihan prestasi yang mampu mencicipi beberapa kali manisnya berada diatas podium. Total tahun ini Ubang mampu mencapai podium sebanyak tiga kali. Dua kali podium dengan posisi kedua dari dua reli yang berlangsung di Yunani dan Selandia Baru serta satu kali podium diposisi ketiga di reli seri pemungkas Spanyol serta sisanya selalu finish memperoleh poin.

Total perolehan Ubang-pun mampu mengkoleksi sebanyak 77 poin hingga akhir musim dan itu sudah memenuhi targetnya dan berhak berada di posisi kelima secara keseluruhan dalam Kejuaraan Dunia PWRC dan selalu merebut poin dalam setiap serinya bahkan itu bisa dikatakan catatan khusus bagi pereli perwakilan Asia satu-satunya.

Capaian tersebut merupakan hasil yang sangat diluar dugaan dan luar biasa. Dengan hanya berbekal keyakinan serta tim yang solid, keputusan tim minim dukungan finansial ini mengikuti Kejuaraan Dunia Reli dikelas PWRC sudah sangat tepat. Karena dengan cita-cita mulia untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional dalam kelas elit atau dikelas WRC nantinya, maka tahun pertama di PWRC merupakan tahun yang sangat berharga. Banyak hal-hal yang dipelajari dan diambil pengalamannya yang berharga. Apalagi dikelas reli dunia ini selalu disuguhi hal-hal yang sangat jarang kita lihat di seri-seri kejuaraan nasional olah raga di Indonesia. Disiplin, tepat waktu, regulasi yang ketat, profesionalisme dan masih banyak deratan hal yang sangat luar biasa bahkan dari penyelenggaraannya itu sendiri.

Rally New Zealand  2012

Rally New Zealand 2012

Bukan hal yang luar biasa apabila pihak penyelenggara juga tidak tanggung-tanggung memberikan fasilitas penanganan pertama pada kecelakaan dengan tersedianya helikopter untuk mengangkut sang pereli yang mengalami kecelakaan ditengah-tengah lintasan. Sisi lain dari hasil reli juga menjadi hal yang sangat mengerikan bagi siapun. Keputusan FIA untuk memberikan hukuman waktu sekian menit bagi seluruh pereli sangatlah menghantui. Salah sedikit atau telat dalam pelaporan waktu di tempat control maka jangan harap perjalanan menuju hari terakhir bisa mulus karena penalty waktu sekian menit sangat berdampak besar dalam total waktu yang akan diperoleh diakhir reli.

Walaupun mobil reli berhasil masuk ke tempat kontrol tepat waktu tapi karena tibanya hanya menggunakan tiga ban yang menempel maka pinalti 10 menit terpaksa diganjar kepada pereli tersebut. Apalagi kalau telat menyelesaikan waktu melakukan perbaikan di tenda masing-masing yang sudah diatur sedemikian ketat dalam seluruh peraturan.

Dalam pencapaiannya yang sudah tiga kali naik podium baik diposisi kedua dan ketiga pernah dirasakan Ubang. Masih satu posisi yang belum pernah dirasakannya yaitu berada di podium tengah alias juara satu dikelas utama supporting tersebut. Tetapi dia menyakini kelak suatu waktu posisi pertama bisa direbut juga. Boleh dikatakan kalau Ubang sudah merasakan segala bentuk hasil komplit dengan drama-drama yang dialaminya dalam tahun pembelajarannya ini. Bagaimana rasa nikmat bisa berada di atas podium, kecewa dengan hasil yang tidak sesuai harapan padahal hasil podium ketiga pertamanya yang seharusnya diraih di Seri Jerman harus lenyap begitu saja pada saat dia melakukan kesalahan dalam pembacaan notes pasca finish SS9 sehingga mengakibatkan kehilangan waktu pelaporan dan denda total penalty 15 menit harus ditelannya pahit-pahit hingga masalah menabrak dinding batu yang mengakibatkan ban kempes dan bodi remuk.

Semua hal tersebut dibawa pulang oleh Ubang untuk dijadikan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga. Serta kebiasaan berada di atas podium juga harus dijadikan sesuatu yang nagih bagaikan candu sehingga dalam menjalani setiap SS tidak ada pikiran lain selain melibas kencang di tikungan-tikungan sempit yang berjumlah bisa mencapai lebih dari seratus tikungan dalam setiap SS-nya.

Jangan pernah lagi berpikir terlalu banyak terhadap apa yang telah terjadi atau kesalah-kesalahan yang dilakukan dalam mengendalikan mobil relinya, melainkan sebuah kepercayaan penuh terhadap semua catatan-catatan (pacenote) yang telah disepakati bersama sang navigator dalam menyelesaikan sebuah reli.

Subhan Aksa & Jeff Judd Mengibarkan Sang Merah Putih di Reli Selendia Baru

Subhan Aksa & Jeff Judd Mengibarkan Sang Merah Putih di Reli Selendia Baru

Lebih penting dari semuanya itu, saat sekarang Ubang telah mengerti bagaimana menjaga rasa candu untuk menikmati posisi diatas podium yang hingga saat sekarang saja sangat sulit untuk dijelaskan ke siapa-siapa. Rasa candu yang tampaknya akan sulit diobati dari sosok pereli muda Indonesia itu dengan masa depan sangat cerah dalam mengarungi babak-babak selanjutnya di dunia reli Internasional sekaligus membawa nama harum banga Indonesia.

Hanya dia sendiri yang bisa merasakannya seperti apa nikmatnya tanpa ada kemampuan Ubang untuk menjelaskan kepada orang lain dan sementara itu masing-masing individu baik dari mekanik, manajer, teman, dan lainnya yang terlibat dalam tim Ubang bisa tampak bergembira dan hilang semua kelelahan yang luar biasa hanya dengan melihat Ubang tersenyum lebar dari hasil yang diperolehnya berkat kerja sama tim yang indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s