Finish Podium Tiga, Subhan Aksa Tutup Serial PWRC di 5 Besar

Posted: November 11, 2012 in Rally, Rally Spanyol
Tags: , , , , , , , ,

Subhan Aksa & Bill Hayes

Salou/Spanyol – Subhan Aksa akhirnya berhasil finish ketiga di RACC Rally de Espana, Minggu (11/11) yang melombakan 6 Special Stage (SS) berjarak total kompetisi 160,94 km. Restart di SS13 Riudecanyes, pereli Indonesia Subhan Aksa dalam posisi runner up di katagori FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC). Posisi itu diraih Subhan dan navigator Bill Hayes (Australia) seusai SS11 malam sebelumnya dan bertahan hingga SS12.

Benito Guerra (Meksiko) masih di posisi teratas dengan selisih waktu 5 menit 56,5 detik. Meskipun Guerra sudah bermain aman karena hanya butuh finish di 3 Besar untuk meaih titel juara dunia PWRC 2012, Subhan berpikir realistis untuk tidak ngotot memburu gelar juara di Rally Spanyol. Selisih waktu 5:56,5 itu bukan hal yang mudah dikejar dalam 6 SS tersisa, tentunya dengan segala resikonya karena Subhan minim pengalaman di lintasan tarmac.

“Tim memutuskan menjaga posisi runner up karena itu pun sudah susah payah diraih dalam dua hari sebelumnya. Kecuali jika memang ada kesempatan besar untuk menyodok Guerra,” ujar penggeber Mitsubishi Lancer Evo X berbendera Bosowa Rally Team itu.

Dengan kehati-hatian di SS13 yang licin dan banyak kelokan itu, Subhan finish di urutan 6 dan Guerra di urutan 8.  Tapi, selisih waktunya hanya terpangkas enam detik. Begitu pun di SS14 dan 15, ia melaju lebih cepat dari Guerra namun masih tertinggal 5 menit 26,4 detik.

Pada tiga SS itu Subhan menggunakan ban berkompon lunak sementara semua kontestan PWRC lainnya menggunakan hard tyre. SS14 sampai SS 18 sekaligus akhir lomba di wilayah La Serra d’Almos, ia tetap pakai soft tapi ban yang sudah terpakai dengan pertimbangan lintasan sudah mengering. Rem dan girboks yang bermasalah dengan gigi 4-nya pun sudah diperbaiki.

Tiga SS terakhir menjadi sangat menegangkan. Perebutan gelar juara dunia 2012 masih terbuka meski kesempatan terbesar berada di tangan Guerra. Subhan termasuk di dalamnya bersama Marcos Ligato (Argentina) dan Valeriy Gorban (Ukraina). Jika terjadi sesuatu pada Guerra di sisa 3 SS itu seperti gagal finish atau kecelakaan, maka Ligato, Gorban, dan Subhan yang berebut gelar meski dari hitung-hitungannya peluang Subhan lebih lemah.

Flat out SS14

Guerra pun mengakui kemungkinan itu dan membuatnya stres. “Hari ini jadi terasa sangat panjang. Saya bisa saja saja membuat kesalahan sampai di saat-saat akhir. Saya hanya ingin secepatanya menyudahi reli ini,mudah-mudhan tanpa masalah,” tutur Guerra yang sebenarnya cukup finish 3 Besar di Spanyol untuk mengunci gelar 2012.

Sayangnya, justru Subhan yang tertimpa masalah di tengah-tengah SS16 Riudecanyes 2. Ban depan mobilnya pecah dan kehilangan lebih dua menit untuk menggantinya. Maka posisi runner up di overall kejuaraan pun melorot ke urutan 4. Ligato menggantikan posisinya. Subhan kini tertinggal 8 menit 03,9 detik dari Guerra yang tetap teratas.

Tapi, di SS17 Santa Marina 2, giliran Gorban bermasalah dan finish terakhir. Meski finish urutan 8 di SS itu, posisi Subhan di overall naik ke urutan tiga. Itu terus bertahan sampai usai lomba di SS18.

Nice Crowd SS14

“Yah, beginilah lomba di reli. Banyak hal tak terduga. Sedikit kecewa karena beginilah hasil akhirnya dan itu terjadi saat posisi bagus di urutan kedua,” ujar Subhan seusai lomba.

Namun, secara keseluruhan ia bangga dan sangat puas dengan hasil musim ini. Selalu finish dan sukses memetik poin dari 6 seri PWRC yang ia ikuti, dan tiga di antaranya naik podium sebagai runner up Rally Yunani dan Selandia Baru dan juara tiga di Spanyol. Apalagi, hingga mendekati saat akhir kompetisi namanya masih tercatat dalam perebutan gelar dunia.

“Itu semua melebihi target awal, jauh malampaui target awal yang hanya untuk mendapatkan poin. Saya sungguh berterima kasih pada PT Semen Bosowa yang selalu memberi dukungan penuh, pada Race Torque Australia yang menyuplai mobil kompetitif, dan pada semua pihak yang memberikan dukungan. Semoga musim depan kami bisa mencapai hasil lebih tinggi lagi,” tambah juara Indonesia 2009 dan 2010 itu yang mengakhiri kompetisi PWRC 2012 di peringkat 5 dunia.

HASIL LOMBA RALLY SPANYOL – PWRC

Pos No Driver Time Diff
Prev
Diff
1st
1. 138 B. GUERRA P 4:47:54.5 0.0 0.0
2. 133 M. LIGATO P 4:53:30.8 +5:36.3 +5:36.3
3. 145 S. AKSA P 4:57:10.2 +3:39.4 +9:15.7
4. 139 V. GORBAN P 4:58:40.4 +1:30.2 +10:45.9
5. 134 L. BERTELLI P 5:00:04.7 +1:24.3 +12:10.2
6. 131 M. KOSCIUSZKO P 5:06:00.9 +5:56.2 +18:06.4
7. 149 Y. LEMES P 5:08:28.9 +2:28.0 +20:34.4
8. 142 R. TRIVINO P 5:10:38.1 +2:09.2 +22:43.6
9. 132 N. FUCHS P 5:11:14.5 +36.4 +23:20.0
10. 140 G. LINARI P 5:16:04.4 +4:49.9 +28:09.9
11. 141 O. KIKIRESHKO P 5:28:30.0 +12:25.6 +40:35.5

KLASEMEN AKHIR PWRC 2012
1-Benito Guerra (Meksiko/Mitsubishi Lancer Evo X), 109 point
2-Marcos Sebastián Ligato (Argentina/Subaru Impreza WRX STI), 88
3-Valeriy Gorban (Ukraina/Mitsubishi Lancer Evo X), 85
4-Michal Kosciuszko (Polandia/Mitsubishi Lancer Evo X), 81
5-Subhan Aksa (Indonesia/Mitsubishi Lancer Evo X), 77
6-Nicolás Fuchs (Peru/Subaru Impreza WRX STI), 73
7-Ricardo Triviño (Meksiko/Subaru Impreza STR 12), 52
8-Louise Cook (Inggris/Ford Fiesta ST), 35
9-Gianluca Linari (Italia/Subaru Impreza WRX-STi), 35
10-Lorenzo Bertelli (Italia/Subaru Impreza N16), 29

11-Rodrigo Salgado (Argentina/Subaru), 10

12-Oleksii Kikireshko (Ukraina/Subaru), 10

13-Ramona Karlsson (Swedia/Mitsibishi), 8

14-Ezequiel Campos (Argentina/Subaru), 8

15- Yeray Lemes (Spanyol), 6

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah  SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsports Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Comments
  1. Nugroho Setiatmadji says:

    Salut buat Subhan Aksa! Semoga ke depannya maju terus

  2. Nugroho Setiatmadji says:

    Salut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s