Pereli Wild Card Bikin Kejutan, Subhan Terkendala Ban

Posted: November 9, 2012 in Rally, Rally Spanyol
Tags: , , , , , , , ,

Subhan Aksa

 Salou/Spanyol – Start dari tengah kota Salou, RACC Rally de Espana memulai pertarungan  SS (Special Stage) 1 di Gandeswa, Salou, sepanjang 7 km dalam kondisi hujan dan dingin dengan suhu di bawah 5 derajat celcius.

Pereli Indonesia Subhan Aksa harus menghadapi tantangan itu, terlebih karena datang dari negeri topis. Tapi, bukan semata cuaca yang membuatnya finish urutan 9 di SS pertama pada Jumat (8/11) ini. Ia salah memasang ban berkompon keras (hard tyre), sementara yang ideal sebenarnya jenis soft tyre (lunak) karena kondisi lintasan yang sangat licin.

“Jadi fokus asal finish saja, jangan sampai kecelakaan. Soalnya harus lewati 3 SS baru masuk service area. Mulai SS4 kami akan pakai soft tyre,” tutur Subhan yang didampingi navigator Bill hayes (Australia).

Di SS2 Pesells 1, performa Subhan di atas Mitsubishi Lancer Evolution X mulai membaik. Ia finish ke-7. Padahal, di SS sepanjang 26,59 inilah banyak insiden menyulitkan peserta. Termasuk kontestan WRC seperti Therry Neuville (Citroen Junior Team) dan Petter Solberg (Subaru WRT Team). Keduanya terhenti di SS ini dan bisa melanjutkan lomba.

Berikutnya di SS3 Terra Alta 1 (44,02 km), pereli Bosowa Rally Team itu kembali finish di posisi 7. Itu membuat posisinya di hasil sementara keseluruhan lomba pun terpatok di peringkat 7 sekaligus kesempatan menjadi juara dunia 2012 sangat sulit bahkan bisa dibilang hanya keajaiban yang bisa membuat hal itu terwujud.

Hasil ini terbilang mengejutkan jika mencermati performa punggawa Bosowa Rally Team itu sejak ikut serial PWRC 2012 pada Rally Argentina medio April silam. Dari statistik penampilan di lima ajang sebelumnya, performa di awal Rally Spanyol ini menjadi hasil terburuk.

“Ini baru awal. Masih ada 15 SS di depan. Sangat tak mudah mengarungi reli ini yang sebagian di lintasan aspal dengan kondisi basah pula. Saya minim pengalaman di trek seperti ini dan inilah kesempatan untuk menimba pengalaman berharga,” tambahnya.

Kelas PWRC yang masih memperebutkan gelar juara dunia di event ini memang berjalan sengit dalam 3 SS awal. Marcos Ligato (Subaru/Argentina) yang berambisi mencetak gelar perdana setelah 11 tahun di PWRC, sukses menjuarai SS1 sementara Michals Kosciuszko (Mitsubishi Evo X Polandia) menjuarai SS2. Benito Guerra (Mitsubishi Evo X/Meksiko) yang memimpin klasemen dengan poin 84 sepertinya ingin cari aman di seri ini dengan tak ngotot memenangi SS dengan segala resikonya. Soalnya, cukup finish di 3 Besar ia sudah mengunci gelar juara dunia 2012. Hingga SS 3 berakhir, Guerra bercokol di urutan 4 overall.

Yang mengejutkan adalah penampilan Yeras Lemes di atas Mitsubshi Evo X-nya. Pereli  tuan rumah ini bukan peserta regular PWRC. Ia mendapat jatah wild card di negerinya berkat prestasi di kancah nasional Spanyol. Ia memenangi SS3 sekaligus mengambil alih tampuk pimpinan lomba sementara dari Ligato dengan selisih waktu 2,1 detik. Di dua SS sebelumnya, Lemes ada di urutan 4 dan 3.

Tentu saja performa Lemes menjadi daya tarik tersendiri. Ia bisa mengacak-acak hitung-hitungan perebutan gelar juara PWRC yang melibatkan enam pereli saat ini, termasuk Subhan.

“Sebenarnya itu tak terlalu mengejutkan. Pereli lokal memang banyak diuntungkan, khususnya pengenalan medan. Sejak awal kita sudah prediksi hal itu bisa jadi batu sandungan,” tutup Subhan yang saat ini berselisih 2 menit 40 detik dari Lemes.

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah  SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsports Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s