Libatkan Sangkuriang, Panas Sejak Masa Persiapan

Posted: September 20, 2012 in Drift War 2012
Tags: , , , ,

Amandio

Jakarta, 20 September 2012 –  Komunitas drifting Indonesia memang sudah lama merindukan sebuah event dan iklim kompetisi dengan regulasi baku dan standar nasional. Itu tercermin dari  antusiasme peserta IIMS Drift War II di JiEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, 28-30 September nanti yang melebihi ekspetasi penyelenggara. Sebelumnya diprediksi sekitar 30-an drifter yang akan berpartisipasi. Nyatanya, dua pekan sebelum  lomba, panitia sudah kebanjiran peminat sehingga harus dibatasi di angka 40 saja.

Menurut Andry A. Adrian selaku ketua panitia penyelenggara, antusiasme itu disebabkan beberapa hal. Beda dengan IIMS Drift War edisi perdana tahun lalu yang juga berbarengan dengan Indonesia International Motor Show (IIMS), event kali ini menggunakan regulasi nasional yang telah ditetapkan PP IMI (Ikatan Motor Indonesia) . Ini sekaligus cikal bakal Kejuaraan Nasional pada 2013 sebagaimana diharapkan para drifter selama ini.

“Penetapan jadi serial kejurnas itu melipatgandakan gairah komunitas drifting karena sudah resmi diwadahi IMI dan diakomodasi dalam bentuk kejuaraan nasional. IIMS Drift War II juga satu-satunya event berskala besar tahun ini dan punya imej tersendiri berkat sukses penyelenggaraan sebelumnya, dan hal ini saya kira turut mendongkrak animo peserta tahun ini. Sayangnya, demi kelancaran dan kenyamanan acara,  kami harus membatasi peserta,” papar Andry mewakili PT Dapur Pacu Indonesia sebagai penggagas dan penyelenggara IIMS Drift War yang direncanakan menjadi ritual tahunan berbarengan dengan pameran otomotif terbesar Asean tersebut.

Selain drifter Pro yang sudah malang melintang di kancah drifting Indonesia maupun Asia seperti Rio Saputro, Demas Agil, M. Hermawan, dan Adwitya Amandio,  IIMS Drift War II ternyata juga mampu menggoda mereka yang sudah nyaris vakum untuk kembali ke gelanggang. Salah satunya adalah drifter wanita Alinka Hardianti.

Tadinya Alinka tak berniat ikut drifting tahun ini karena alasan pribadi. Tapi, gonjang-ganjing IIMS Drift War II sebagai cikal bakal kejurnas membuatnya banting haluan meski mengaku sangat repot mempersiapkan diri. Pasalnya, ia tak menggunakan mobil yang biasa dipakai sehingga harus mempersiapkan yang baru.

“Serba dadakan. Saya dengar soal IIMS Drift War II pada awal September dan langsung bergerak. Sayang kalau melewatkan kesempatan itu,” katanya.

Tentu bukan Alinka dan teman-temannya saja yang sudah ‘panas’. Para drifter Pro yang tergabung dalam tim-tim elit pun sudah jauh-jauh hari meningkatkan suhu persaingan. GT Radial Drift Team, misalnya, sejak jauh hari sudah mempersiapkan ‘pasukan khusus’ ke  IIMS Drift War II dengan 12 drifter. Mereka adalah Rio Saputro, Demas Agil, Mico Mahaputta, Dean Zen, Ben Satrio, Valentino Ratulangi, Herdiko Setya Putra, Danny Ferdito, Willy Rachman, Soni Riharto, Regi FA dan Rio Teguh. Dengan target podium, mereka akan dibekali ban GT Radial Champiro SX2 yang didesain dan diproduksi khusus untuk kompetisi drifting.

“Setingan mobil pun sudah kami upgrade semaksimal mungkin dan telah dicoba dalam beberapa kali latihan. Tim kami ingin menghadirkan aksi-aksi drifting yang spektakular di IIMS Drift War II sekaligus menunjukkan keandalan ban GT Radial,” terang Leonard Gozali, Brand Manager PT Gajah Tunggal Tbk. yang juga mengomandani GT Radial Drift Team.

Hebatnya, meski GT Radial menjadi sponsor acara ini, penyelenggara justru memberlakukan open tyre alias peserta boleh menggunakan merek ban apa saja. Ketentuan yang  sangat menantang itu langsung disambut tim elit lainnya yang juga dihuni para drifter mumpuni, yakni Achilles Drift Team yang pacuan-pacuannya disiapkan khusus oleh Bening Motor.

Muhammad Rulli Armando sebagai drifter andalan Achillles Drift Team sudah mengirimkan sinyal perlawanan meski persiapannya sedikit berantakan. Pengiriman mobilnya sempat tertahan pabean Tanjung Priok sehingga masa persiapan yang seharusnya sebulan jadi terpangkas dua minggu. Tapi, Dido, panggilannya, tak gundah.

“Para mekanik Bening Motor sudah terbukti andal mempersiapkan mobil meski waktunya kepepet. Karena itu kami menjulukinya Sangkuriang. Intinya, saya sangat yakin dengan kemampuan mobil. Saya juga mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar bisa berbuat terbaik di IIMS Drift War II kali ini,” seru Dido.

Sudah bisa diduga, rivalitas kedua tim itu akan memunculkan aroma tersendiri dalam IIMS Drift War II. Persiapan maksimal yang digelar tentu demi gengsi memperebutkan posisi terbaik di atas podium. Dan, mereka inilah yang bakal mengusik pengunjung dengan raungan knalpot yang memekakkan telinga, decitan ban yang berinteraksi tajam dengan lintasan, plus kepulan asap yang menjadi ciri khas drifting.

“Buat para Rookie tetap terbuka kesempatan menampilkan aksi terbaik karena tim kami mendesain lintasannya sedemikian rupa. Ada sudut-sudut tertentu yang menguntungan mereka dan sebaliknya menjadi tantangan serius untuk para drifter Pro,” tambah Andry.

Agar tak penasaran dan benar-benar terpuaskan, Andry mengimbau penonton agar menyaksikan pertunjukan gratis itu sejak sesi latihan bebas pada 28 September hingga pertarungan sesungguhnya pada Minggu (30/9). Sebab, akan terselip pula acara-acara menarik lainnya, antara lain demonstrasi mengendarai motor dalam ketinggian oleh peserta asing plus Taxi Drift yang mengakomodasi hasrat penonton untuk merasakan langsung sensai drifting di lintasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s