Tercepat di 2 SS, Subhan 3 Besar Sementara

Posted: August 25, 2012 in Rally, Reli Jerman
Tags: , , , , , , , ,

Subhan Aksa

Trier/Jerman – Hujan membawa berkah. Itulah yang dirasakan pereli Indonesia Subhan Aksa yang mengarungi Rally Jerman yang merupakan serial lomba FIA 2012 World Rally Championship (WRC). Bertarung di kelas Production WRC (PWRC) yang dulu dikenal dengan istilah Group N, posisinya pun naik satu peringkat dari urutan 4 jadi 3 setelah meyelesaikan 3 special stage (SS7-SS9) paruh pertama pada Sabtu (25/8) siang waktu Jerman atau petang WIB.

Hari ini lomba dimulai dengan SS7 Stein and Wein sepanjang 26,54 km. Semua peserta termasuk tim-tim WRC bertanya-tanya apakah hujan akan mendera kawasan itu sebagaimana prakiraan cuaca. Ini sangat penting untuk menentukan jenis ban yang akan diandalkan.

Subhan dan navigator Jeff Judd berembuk dan memilih soft tyre (ban lembut) yang punya grip lebih baik di lintasan basah. Pilihan yang kemudian terbukti tepat karena hujan lebat turun saat lomba walaupun cuman sebentar dan lintasan masih basah tapi banyak dibawah pohon justru lintasan kering. Subhan memenangi SS ini dengan mengalahkan Michal Kosciuszko (Polandia) yang juga menggunakan jenis ban sama dengan selisih waktu 3,4 detik. Rival mereka, Benito Guerra (Meksiko) yang menggunakan hard tyre (ban keras) terpuruk di urutan 6 dengan selisih waktu 1 menit 02,7 detik.

Masuk SS8 Peterberg sejauh 9,37 km, Mitsubishi Evo X yang dipacu Subhan kembali tampil tercepat dengan waktu 6 menit 13,8 detik. Sementara Guerra di urutan kedua dan Kosciuszko di urutan empat.

“Sebenarnya kami berjudi dengan pilihan ban itu dan terbukti tepat. Saya bersyukur dengan hasil ini,” ujar Subhan yang diinterview wrc.com di garis finis SS8 dan disiarkan langsung lewat internet.

Hasil di dua SS itu membuat perubahan komposisi di kejuaraan umum sementara PWRC. Guerra yang di hari pertama memimpin di puncak, kini turun ke urutan kedua dan tempatnya beralih ke Kosciuszko. Subhan naik ke urutan 3 dengan menggeser Marcos Ligato (Argentina).

Guerra yang sempat dilewati Kosciusko di SS7 mengakui kesalahannya memilih ban. Makin parah karena rem mobilnya pun bermasalah. “Tapi, ini belum berakhir. Saya akan coba kejar di tahap berikutnya,” tandasnya.

Posisi itu tak berubah sampai SS9 berakhir di kawasan militer Jerman, Arena Panzerplate1, yang merupakan kawasan latihan pasukan tank AD Jerman. Subhan finis ke-3 di sana sementara Kosciuszko dan Guerra di posisi 1 dan 2. Saat berita ini diturunkan, SS10 masih berlangsung dan diteruskan ke SS11 dan 12 sebagai akhir hari kedua.

“SS9 itu sangat panjang, 46,54 km. Kami berharap hujan di sana, tapi tak terjadi. Saya tak ingin geber maksimal untuk menghindari resiko, cukup untuk jaga posisi saja,” cerita Subhan.

OVERALL PWRC SAMPAI SS9

Pos

No

Pereli

Total Waktu

Diff
Prev

Diff
1st

1. 31 M. KOSCIUSZKO P

2:26:58.4

0.0

0.0

2. 38 B. GUERRA P

2:29:20.7

+2:22.3

+2:22.3

3. 45 S. AKSA P

2:31:22.0

+2:01.3

+4:23.6

4. 33 M. LIGATO P

2:33:49.0

+2:27.0

+6:50.6

5. 42 R. TRIVINO P

2:36:19.5

+2:30.5

+9:21.1

6. 32 N. FUCHS P

2:43:16.5

+6:57.0

+16:18.1

7. 39 V. GORBAN P

3:00:19.2

+17:02.7

+33:20.8

8. 41 O. KIKIRESHKO P

3:11:20.6

+11:01.4

+44:22.2

– selesai –

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah  SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsports Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s