Subhan Aksa: Ekstra Waspada di Markas Tentara

Posted: August 23, 2012 in Rally, Reli Jerman
Tags: , , , , , , ,

Subhan Aksa & Jeff Judd at Rally Germany 2012

Trier-Jerman – ADAC Rallye Deutschland pada 24-26 Agustus ini hanya menggelar 15 SS (special stage). Tak sepanjang seri Kejuaraan Dunia lainnya seperti Rally Argentina yang panjang, Acropolis yang panas dan ganas, serta tricky-nya rute Selandia Baru. Tiga seri itu sudah dilewati Subhan Aksa dengan mulus dengan hasil sementara ini 3 Besar klasemen FIA 2012 PWRC (Production World Rally Championship).

Mampukah pereli kebanggaan Indonesia ini mengulang podium sebagaimana dua hasil sebelumnya di Acropolis dan Selandia Baru?

Subhan tak berani berjanji kecuali berharap bisa finis di kelompok 5 Besar. Akan menjadi sebuah prestasi spektakular  jika bisa kembali ke podium. Itulah prakiraan sementara setelah ia dan sang navigator Jeff Judd (Selandia Baru) melakoni survey  Rally Jerman sepanjang Selasa (21/8) dan Rabu (22/8) dengan total jarak 900 km.

“Sejak awal kami menilai Rally Jerman jadi tantangan tersendiri. Mayoritas lintasannya aspal dan itu adalah pengalaman pertama saya setelah bertahun-tahun hanya melahap rute-rute gravel,” kata Subhan yang tiba di Frankfurt, Jerman, pada 19 Agustus dan melakukan Shalat Ied bersama warga Indonesia di Konjen RI Frankfurt.

Dua hari survey itu benar-benar jadi pengalaman baru buatnya. Banyak hal yang harus diubah di lintasan aspal, antara lain gaya mengemudinya. Teknik mengendalikan setir dan perpindahan gigi, katanya, sangat berbeda dibandingkan reli di lintasan gravel. Begitu pun pacenote (panduan), sedikit berubah agar lebih presisi terutama di beberapa area yang jalan di depannya tak terlihat.

“Intinya, akan sangat tak mudah melalui reli ini meski memang kelihatannya gampang karena di lintasan aspal. Sedikit saja salah bisa fatal. No margin for error. Kecepatan mobil pasti lebih kencang dibandingkan rute gravel, ” kata Subhan yang belum bisa menentukan jenis ban yang bakal dipakai, berkompon lembut atau keras yang tentunya sangat berpengaruh membantu performa mobil. Rencananya, pilihan akan diambil seusai latihan resmi pada Kamis (23/8) siang waktu setempat.

Dari keseluruhan rute yang disurvey, Subhan menggarisbawahi dua wilayah yang menuntutnya harus ekstra waspada mengendalikan Mitusubishi Evo X-nya. Yang pertama adalah kawasan Baumholder yang merupakan markas dan arena latihan pasukan tank Angkatan Darat Jerman. Karakter lintasannya sangat unik, perpaduan aspal mulus licin, lintasan beton yang biasa dilalui tank, dan sedikit trek gravel berdebu.

“Agak sulit menentukan set up mobil di lintasan campuran seperti itu. Apalagi di seputar lintasan bertebaran batu-batu beton raksasa yang menjadi alat latihan tentara Jerman di kawasan ini.  Lintasannya ada yang mulus dan kasar, ada yang lebar dan banyak juga yang sempit,” cerita Subhan yang saat survey sempat terkesan karena melaju bersebelahan dengan tank tentara Jerman.

Kawasan lain yang diantisipasi secara khusus adalah Mosel, area perkebunan anggur terbesar di Jerman. Jalanan di sela-sela pohon anggur itu sangat sempit, hanya untuk satu mobil. Di sini butuh konsentrasi 100% lebih jika tak ingin mobil nyungsep menabrak pohon anggur yang meski kecil tapi bisa berakibat parah pada mobil.

Subhan Aksa

“Saya dan Jeff sudah merancang strategi di masing-masing SS berdasarkan hasil survey kemarin. Kita lihat hasil  6 SS awal pada Jumat esok. Mudah-mudahan bagus sehingga bisa berharap lebih pada dua hari sisanya,” tutup pereli Bosowa Rally Team ini.

Sementara itu, dukungan besar juga datang dari penduduk Indonesia yang bermukim di Jerman dengan memastikan untuk hadir pada setiap start dibeberapa SS. Subhan mengharapkan dukungan masyarakat Indonesia agar ia dapat memberikan performa terbaik. “Kita akan coba fokus untuk menyelesaikan musim ini dengan bagus dan mudah-mudahan bisa kembali tahun depan,” katanya dengan optimis.

– selesai –

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah  SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsports Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s