Subhan Tak Anggap Ringan Kejurnas

Posted: July 6, 2012 in Rally, Reli Sergai 2012 Medan
Tags: , , ,

Ceremonial Start

Serdang Bedagai/Sumut – Tiga puluh lima starter meramaikan putaran kedua Kejuaraan Nasional Reli Indonesia di Serdang Bedagai, Sumatra Utara, 6-8 Juli. Sebagian besar peserta event bertajuk Sergai Rally 2012 ini  adalah mereka yang sebelumnya juga saling adu keterampilan dalam putaran pertama Langkat Rally yang juga berlangsung di Sumatera Utara medio April lalu.

Pereli nasional Subhan Aksa/Hade Mboi pun tampak tetap serius mengikuti ajang kejurnas ini meski mereka kini rutin bertarung di ajang FIA Production World Rally Championship (PWRC) . Kebetulan serial PWRC selanjutnya berlangsung Agustus nanti di Jerman sehingga juara nasional 2009 dan 2010 ini pun bisa lebih fokus mengikuti lomba ini.

Menggeber Mitsubishi Lancer Evolution X, Subhan kembali menjadi favorit juara di seri ini setelah sebelumnya menjuarai  Langkat Rally. Pesaing ketatnya pun masih sama, yakni Rizal Sungkar/Endrus Fasa (Subaru N12) dan jagoan tuan rumah Ijeck/Uche yang memacu Subaru Impreza.

Start dilepas Bupati Serdang Bedagai, SUMUT

Namun, seperti biasanya, pereli yang tengah menempati 3 Besar klasemen PWRC itu tak ingin sesumbar meraih gelar juara, apalagi dikaitkan dengan upaya mencetak hattrick sebagai juara nasional. Ia selalu berprinsip: mempersiapkan diri dengan maksimal, berupaya tampil fokus dan konsisten sepanjang lomba, dan bersyukur kalau kemudian jadi juara.

“Saya tak pernah menganggap ringan sebuah lomba, meski dalam tingkat kejurnas seperti ini. Faktor kesulitan di Sergai Rally ini sama sekali tak bisa dipandang ringan, justru sangat berbahaya setelah kami mencermati karakter lintasannya,” tutur  Subhan di depan sejumlah media menjelang ceremonial start pada Jumat (6/7) sore di Kota Perbaungan, sekitar 45 km dari Medan.

Ia menggambarkan lintasan Sergai Rally sangat berbeda dengan Langkat Rally. Kalau sebelumnya dominan lintasan tanah berbatu, kali ini tantangan yang terhampar seluruhnya berupa gravel padat yang di beberapa lokasi juga bercampur pasir. Trek ini bisa menggoda pereli menggeber mobil secara maksimal. Padahal, kontur lintasan dan tikungannya sangat beresiko, terutama dengan banyaknya pohon di sekitar lokasi. “Terutama SS2 di daerah Rambong Sialang B. Itu lintasan terpanjang, 21,47 km dari 9 SS yang ada. Mobil bisa dipacu dalam kecepatan tinggi, tapi sedikit saja lepas kendali resikonya juga sangat tinggi. Benar-benar berbahaya.”

Ia mengaku senang dengan variasi lintasan yang berubah-ubah. Dengan begitu banyak hal yang bisa ia pelajari karena pasti ada kemiripan dengan lintasan-lintasan yang ia jalani di ajang PWRC.

“Soal juara, saya kira peluang juga terbuka bagi peserta lain, khususnya pereli Medan yang sudah sangat akrab dengan trek ini. Tapi, sebagai peserta dalam sebuah kompetisi, kami tentu wajib menampilkan performa terbaik,” tambah pentolan Bosowa Rally Team dengan dukungan penuh oleh PT Semen Bosowa ini.

Beda dari sebelumnya, gawean Pengprov IMI Sumut kali ini menyertakan seorang peserta luar negeri, Brian Green/Fleur Pedersen (Selandia Baru) dengan pacuan Mitsubishi Evo VIII.

“Dia ini juga tak bisa diangap ringan. Ia menjuarai reli di Malaysia, Kaledonia, maupun Selandia Baru meski usianya hampir 70 tahun,” cetus Subhan yang  bulan lalu tampil sebagai runner up di ajang Rally New Zeland.

– Selesai-

 

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsport Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s