Subhan Jadi ‘Local Hero’

Posted: June 21, 2012 in Rally, Reli Selandia Baru
Tags: , , ,

Konperensi Pers Bersama Subhan Aksa Menjelang Balap Reli Selandia Baru

Auckland/Selandia Baru – Sebanyak 44 pereli dari 22 negara meramaikan putaran ketujuhkejuaraan dunia reli mobil (FIA 2012 World Rally Championship) di Selandia Baru, 22-24 Juni. Subhan Aksa menjadi satu-satunya peserta Indonesia dan Asean di kejuaraan yang kali ini sekaligus melombakan tiga kategori bergengsi: WRC, SWRC, dan PWRC. Subhan yang masih dinavigatori Jeff Judd (Selandia Baru) berjuang di kelas PWRC (Production World Rally Championship).

Meski satu-satunya dari kawasan Asean, Subhan langsung dapat tempat di komunitas reli negeri Kiwi itu. Bersama Hayden Paddon, Subhan menjadi local hero yang diharapkan menoreh prestasi terbaik di kandang sendiri. Paddon adalah pereli top Selandia Baru saat ini yang bertarung di kelas SWRC setelah musim lalu menjuarai kelas PWRC. Subhan jadi local hero tentu tak lepas dari sosok sang navigator yang merupakan atlet otomotif senior negeri itu yang sarat pengalaman dan prestasi internasional.

Itu salah satu sebab Paddon dan Subhan dipilih FIA (Federasi Balap Mobil Internasional) jadi narasumber dalam official press conference pada Kamis (21/6) di Auckland bersama sejumlah pereli top lainnya. Terlebih lagi, Subhan/Jeff baru saja sukses sebagai runner-up di Rally Acropolis lalu.

Parade Kota

Di hadapan puluhan jurnalis dari seluruh dunia, pereli Bosowa Rally Team itu mengaku surprise saat mencapai podium Acropolis sebagai runner-up karena sebelumnya tak punya target setinggi itu. Karenanya, di Selandia Baru kali ini pun ia dan Jeff tak pasang target khusus selain berjuang mencapai hasil terbaik.

“Saya tentu akan sangat terbantu oleh Jeff. Ia sangat mengenal  seluk beluk semua lintasan reli ini,” ujar Subhan saat salah satu wartawan menanyakan secret weapon-nya menghadapi reli ini.

Interviewed dengan media internasional

Setelah melakukan survey dalam beberapa hari sebelumnya, Subhan mengaku sangat menyukai karakter lintasan yang menjadi lokasi  22 SS (special stage) yang akan diarungi dalam tiga hari lomba. Trek yang sebagian besar gravel dan sebagian lainnya berpasir dan berbatu itu punya persamaan dengan lintasan reli di Indonesia yang tentunya sudah jadi makanan sehari-hari Subhan dari kokpit Mitsubishi Evolution X-nya.

“Banyak area berbahaya di sini. Tikungannya blank dan sulit ditebak. Jeff pastinya akan memberikan arah tepat untuk menjalaninya dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan lain, Hade Mboi yang bertindak sebagai Manajer Tim menegaskan Subhan tak dibebani apa pun untuk reli ini meski dalam dua seri PWRC sebelumnya mencapai hasil melampaui harapan sebelumnya.

“Sama saja dengan dua seri sebelumnya di Argentina dan Yunani. Paling penting adalah proses pematangan Subhan sebagai pereli, dan itulah yang diharapkan dari Jeff yang pengalamannya sangat jauh melampaui kita,” kata navigator yang selama ini mendampingi Subhan.

Karena itu, lanjut Hade, instruksi tim terhadap Subhan pun masih seperti sebelumnya. Bertarung taktis dan konsisten di beberapa SS awal  dan setelah itu baru berpacu untuk mendapatkan hasil akhir terbaik.

“Tak perlu ngotot untuk selalu tercepat di setiap SS karena resikonya besar,meski juga tak berarti harus pelan. Itu pengalaman dari dua seri lomba sebelumnya. Banyak yang memaksakan diri dengan resiko celaka ataupun kerusakan mobil. Konsistensi, itu yang penting. Dan, itu trik yang selama ini dipakai Sebastien Loeb yang kalau kita perhatikan tak banyak memenangi SS di Yunani lalu,” terang Hade.

Survey Lintasan

Pada klasemen sementara PWRC, Subhan kini bercokol di peringkat 6 dengan koleksi poin 24. Dengan absennya para pereli papan atas PWRC seperti Benito Guerra (Meksiko), Michal Kusciuszko (Polandia),dan Nicholas Fuchs (Peru), sangat terbuka kesempatan untuk mendulang poin lagi.

“Teorinya memang begitu, tapi dalam lomba seperti ini banyak hal tak terduga bisa terjadi. Lagipula, pereli lain di luar mereka pun tak bisa dianggap enteng. Yang jelas, kami akan berjuang untuk finis dengan tambahan poin. Akan berada di peringkat berapa, lihat nanti saja dan semoga saja tak mengecewakan,” tegas Subhan.

– selesai –

 

 

Sekilas PWRC

 

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah  SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

 

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsports Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s