DIUNGGULKAN, SUBHAN TETAP MERENDAH (preview)

Posted: June 12, 2012 in Rally, Reli Selandia Baru
Tags: , , , ,

Subhan Aksa

Jakarta – Sukses menjadi runner-up Rally Acropolis, Yunani, mencuatkan nama Subhan Aksa ke papan atas kejuaraan dunia reli FIA Production World Rally Championship (P-WRC) 2012. Sebelumnya di Rally Argentina, ia pun finis 7 Besar. Media yang intensif meliput reli dunia lantas menempatkannya sebagai peserta yang patut diperhitungkan dalam serial WRC berikutnya di Selandia Baru, 22-24 Juni mendatang.

Situs wrc.com dalam headline-nya menegaskan Subhan bakal memetik keuntungan tersendiri sebagai ‘tuan rumah’ di Negeri Kiwi itu. Mereka menyebut event ini sebagai home rally Subhan karena pereli Indonesia ini dinavigatori oleh Jeff Judd. Pembalap yang juga aktif sebagai navigator ini adalah salah satu atlet otomotif Selandia Baru yang harum di kancah internasional. Ia beberapa kali menjuarai balap mobil nasional di negerinya dan menavigatori sejumlah pereli internasional. Ia juga yang mendampingi Subhan saat meraih podium Rally Acropolis yang merupakan prestasi tertinggi pereli Indonesia sejauh ini.

Di atas kertas, peluang Subhan masuk 3 besar di Selandia Baru, bahkan jadi juara pun dinilai sangat terbuka. Skill dan keandalan Mitsubishi Lancer Evolution X yang dipacunya sudah terbukti pada reli seganas Argentina dan Yunani. Di Selandia Baru, mayoritas trek yang akan dihadapi adalah gravel mulus di wilayah pedesaan dan sebagian aspal. Jeff sangat mengenal lika-liku seluruh lintasan ini dan tentunya akan memudahkan Subhan untuk menjelajahinya dengan mulus. Terlebih ini kali ketiga Subhan tampil di event WRC Selandia Baru setelah 2007 dan 2008.

Subhan Aksa

Selain itu, kans punggawa Bosowa Rally Team ini membesar karena tiga pentolan PWRC tak memilih Selandia Baru dalam kalendernya. Seperti diketahui, FIA mewajibkan seluruh kontestan PWRC mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang diputar musim ini. Mereka yang absen kali ini adalah Benito Guerra (Meksiko) yang memimpin klasemen sementara PWRC berkat kemenangan di Meksiko dan Argentina, juara seri Monte Carlo Michal Kosciuszko (Polandia), dan Nicholas Fuchs (Peru) yang tampil runner-up di Meksiko dan Argentina.

Calon lawan berat Subhan praktis tinggal juara Yunani Valeriy Gorban (Ukraina/Mitsubishi Evo IX), Gianluca Linari (Italia/Subaru WRX), Marcos Ligato (Argentina/Subaru WRX), Oleksii Kikireshko (Ukraina/Mitsubshi Evo IX), Lorenzo Bertelli (Italia/Subaru WRX),  dan Ricardo Trivino (Meksiko/Mitsubishi Evo IX). Selain mereka juga akan tampil dua pereli wanita, Louis Cook (Inggris) yang akan menyewa Ford Fiesta dengan alasan kendala transportasi dan si cantik Romano Karlsoon (Swedia/Mitsubishi Evo X). Dan, di antara mereka semua yang diprediksi jadi rival terberat Subhan adalah Gorban dan Ligato yang sudah berpengalaman di PWRC.

Subhan sendiri menyadari potensinya di seri ke-7 WRC dan seri ke-5 PWRC ini. Meski demikian ia tak mau berjanji atau pasang target untuk mengulang sukses Yunani, apalagi ngotot mengejar gelar juara. Menurut anak muda berusia 25 ini, para pereli lokal dan Australia yang akan datang dengan tiket wild card pun layak diperhitungkan. Itu pelajaran yang ia petik di Argentina. Pereli nasional negara  itu, Ezequiel Campos, yang dapat jatah wild card  mampu menyodok Subhan di saat-saat akhir dan membuatnya tergusur dari urutan 6 ke 7 di garis finis.

“Mungkin strateginya sama saja dengan terdahulu. Bertarung moderat di beberapa SS awal dan setelah itu mencermati situasi dan kemungkinan-kemungkinannya. Kalau ikuti kehendak, saya tentu ingin jadi juara setelah runner-up di Yunani.  Yang pasti, kami berusaha mencapai hasil terbaik,” katanya.

Hal sama diapungkan Hade Mboi, navigator utama Subhan yang kini bertindak sebagai manajer tim. Dari Bosowa Rally Team tak ada target khusus yang dibebankan pada Subhan. Yang penting finis dan ia bisa menimba pengalaman lebih bervariasi sehingga membuatnya lebih matang di balik kemudi.

“Itu yang terpenting  dalam program Subhan menuju ajang WRC nanti. Pemilihan Jeff sebagai navigator pun berkaitan dengan hali itu. Senioritas dan pengalamannya bisa jadi pembelajaran buat kami. Untuk saat ini, Subhan konsisten mendapuk poin saja sudah merupakan hasil yang sangat bagus,” tegas Hade.

Selain kontestan tetap PWRC, Subhan memang harus mencermati para pereli wild card dari Australia dan Selandia Baru sendiri. Pasalnya, event WRC di Negeri Kiwi ini selalu menjadi ajang istimewa bagi komunitas reli dua negeri bertetangga itu. Kabar terakhir, Ford Selandia Baru akan menurunkan tim tersendiri untuk kelas PWRC dengan pereli lokal berpotensi seperti Phil Campbell, Ben Hunt, dan Dermot Malley. Mereka akan menggeber Ford Fiesta ST.

Hiruk pikuk Brother Rally New Zealand ini sudah dimulai sejak sepekan sebelumnya dengan berbagai acara pelengkap yang digelar panitia. Pada 17 Juni digelar Rally Familly Day di Auckland yang biasanya disesaki masyarakat dan saat lomba nanti panitia juga menyediakan layar lebar di beberapa sudut kota sehingga  masyarakat bisa menikmati aksi para pereli dunia itu. Peserta sendiri akan memulai survey lokasi sejak 18 Juni dan pada 21 Juni akan digelar parade keliling  kota Auckland yang menyertakan seluruh mobil peserta.

Tak ada perubahan rute dari musim sebelumnya. Start dan finis di Auckland, hari pertama reli akan menempuh 8 Special Stage (SS) dengan total jarak 209,6 km. menyusuri pedesaan antara Auckland dan Ragian. Hari kedua dan terakhir menjelajahi  14 SS sisanya.

Disela-sela kesibukan Rally New Zealand, Subhan Aksa mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pembalap yang akan mengikuti sesi resmi konperensi pers yang diselenggarakan oleh FIA pada hari Kamis tanggal 21 Juni 2012.

– selesai –

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah  SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

SEKILAS BOSOWA

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter. Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil. Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun.

PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsports Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s