Kesederhanaan, Obsesi, dan Perjuangan ke WRC

Posted: April 20, 2012 in Reli Argentina
Tags: , , , , , , , ,

Subhan Aksa & Hade Mboi

Jakarta –Tanpa gembar-gembor dan ceremoni tertentu, pebalap Bosowa Rally Team, Subhan Aksa memulai perjalanan dan perjuangan panjangnya ke ajang reli mobil dunia. Kamis (19) malam tadi ia tinggalkan Indonesia melalui bandara Sokarno Hatta menuju Argentina di benua seberang. Dalam penerbangan 24 jam itu ia hanya ditemani sang navigator Hade Mboi beserta tim lainnya.

Sejak dari rumah dan di bandara, kepergiannya terkesan seperti perjalanan biasa saja. Tak ada keistimewaan apa-apa selain doa restu keluarga dan sahabat dekat.

Ubang, panggilannya, memang inginkan nuansa seperti itu. Padahal, rangkaian perjalanannya kali ini adalah momen spesial yang kelak bisa mengubah citra olahraga Indonesia di mata internasional, khususnya motorsports.

Argentina, negerinya para pesepakbola andal macam Diego Maradona dan Lionel Messi itu adalah salah satu negeri penyelenggara FIA World Rally Championship (WRC) tahun ini dan digelar pada 27-29 April 2012. Dari sanalah Ubang memulai perjuangan untuk mewujudkan obsesi menjadi seorang pereli kelas dunia. Bertarung di kelas Production World Rally Championship (PWRC), Ubang menjadi pereli Indonesia pertama yang teregister FIA sebagai kontestan permanen ajang  itu, atau pereli kedua Asean setelah Karamjit Singh (Malaysia) pada 2002 yang sekaligus juara musim tersebut.

Usai Rally Argentina, lima ajang WRC di lima negara berbeda telah menanti Ubang karena ketentuan FIA memang mengharuskan setiap kontestan resmi sedikitnya bertarung di enam dari 8 seri PWRC yang digelar. Ia selanjutnya wajib terjun di Acropolis Rally (Yunani, 25-27 Mei), Rally of New Zealand (Selandia Baru, 22-24 Juni), Rallye Deutchland (Jerman, 24-26 Agustus), Rally d’Italia (Italia, 18-21 Oktober) dan Rally de Espana (Spanyol, 8-11 November). Namun, untuk 5 seri ini Ubang akan didampingi navigator asal Eropa sementara Hade Mboi berperan sebagai manajer tim.

Sebuah jadwal dan perjalanan panjang  yang tentunya butuh waktu, tenaga, pikiran, mental, dan dana tersendiri. Soal itu, sosok muda berusia 25 ini hanya berucap singkat, “Insya Allah sudah siap.”

Kesiapan itu ditunjukkan Ubang dalam proses panjang sebelum ini. Putra tokoh Sulawesi Selatan Aksa Mahmud ini telah memilih dan menjalankan reli mobil sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Bukan lagi sekadar hobi, tetapi wadah untuk mencetak prestasi tertinggi. Sebagian besar waktu dan energinya habis di seputar reli, terutama untuk menjaga kebugaran tubuh dan tambahan referensi. Meski sudah menyandang predikat pereli top Indonesia dengan dua gelar juara nasional, gaya hidup Ubang tetap terbilang sederhana. Ia jauh dari ingar bingar kehidupan gaya selebriti seperti banyak diperlihatkan atlet muda Indonesia. Sampai-sampai aktivitas berpacaran pun seperti bukan prioritas baginya.

Tadinya sang ayah sempat khawatir dengan pilihan dan fokus Ubang yang reli, reli, dan reli saja. Tapi, ia sadar sang anak tak bakal terpisahkan dari dunia itu dan kini mendukung sepenuhnya karena orientasinya adalah prestasi dan ada semangat nasionalisme di sana, ada kebanggaan di sana.

“Sebagai orangtua, kami jelas khawatir dengan pilihannya yang tergolong high risk. Saya sendiri sudah beberapa kali mencoba memfasilitasi dan mengalihkannya ke bidang lain, tapi gagal tuh,” cerita sang ayah.

Ibarat perjalanan Jakarta-Bandung, kini Ubang sudah berada di Jalur Tol Cipularang. Berada di kancah PWRC sebagai gerbang terdekat dan terbesar ke ajang WRC, sepertinya tinggal menunggu nasib dan kesempatan mewujudkan obsesi terbesarnya: tarung di WRC. Step by step yang dijalaninya selama ini sudah benar adanya sebagaimana juga dijalani para pereli yang sekarang memperkuat tim pabrikan di WRC. Sejak usia belasan, Ubang sudah rajin mengikuti kegiatan reli nasional. Saat ini ia pun memimpin klasemen sementara Kejurnas Reli Mobil. Setelah mantap di ajang nasional, ia merambah event regional semacam Asia Pacific Rally Championship (APRC) dan FIA Pacific Cup di mana ia finis di peringkat 3 overall musim 2011 lalu.

Kini ia mendaki ke  event lebih tinggi lagi, PWRC. Jika musim ini dan musim depan ia mulus menjalaninya, Ubang diproyeksikan masuk WRC pada musim 2014. Itulah program berjenjang yang dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu dan benar-benar terperinci.

Soal peluang, Ubang tak ingin muluk-muluk meski keinginan finis di podium pasti ada. “Dapat poin saja dululah, itu pun sudah alhamdulillah dan jadi poin pertama Indonesia di PWRC. Apalagi, rata-rata peserta PWRC adalah juara nasional di negara masing-masing,” ujar lajang kelahiran Makasar, 11 Oktober 1986 ini.

Jika Ubang merendah, tak demikian dengan Direktur Racetorque Engineering Dave McShane. McShane yang sudah malang melintang di dunia reli dan menyiapkan Mitsubishi Lancer Evo X tunggangan Ubang di Perth, Australia, justru mengapungkan nada optimisme.

“Subhan menunjukkan performa yang menjanjikan di ajang Pacific Cup. Karakter yang low-profile, cerdas dan mempunyai raw speed yang baik, merupakan dasar kami menawarkan program ini sebagai wujud kerja sama dengan Mitsubishi Motors Corporation. Kami sudah lama bekerjasama dengan Mitsubishi dan mencetak banyak gelar di Asia Pacific. Kini bersama Subhan kami optimis dan akan melakukan yang terbaik di kancah kejuaraan dunia,” kata McShane.

So, kalau McShane saja sudah bilang begitu, kita harus bilang apa selain bilang: Ayo Ubang, go….go….go!!

 

– Selesai-

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Feldani Effendy (DeNi)

Deniscomm, Motorsport Public Relations Consultant

HP: +62816 1305658

Email: feldani@deniscomm.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s