Masihkah Juara Seri I = Juara Dunia

Posted: November 8, 2010 in Formula 1
Tags: , , , , , ,

Masih Menunggu

Lebih dari satu dekade belakangan ini (kecuali tahun 2003 dan 2005) sang juara dunia adalah pebalap yang memenangi seri pertama Grand Prix Formula 1 yang selama ini berlangsung di Australia dan khusus tahun 2010 berawal di Bahrain. Sensasi kemenangan seri pertama tersebut merupakan formula mujarab penambah rasa percaya diri dan nilai plus seorang pebalap untuk terus berpacu meninggalkan lawan-lawan diseri-seri berikutnya.

Saya masih mengambil hasil balapan di Korea dua pekan yang silam benar-benar membuat mata kita terbelalak sehingga nafas kitapun ikutan berhenti sejenak. Bagaimana tidak, menurut saya balapan di Korea yang lalu adalah seri balap Formula 1 yang paling terlengkap elemennya selama sepanjang sejarah F1. Dari status GP Korea pertama yang sempat diragukan kesiapannya, faktor cuaca yang ekstrim, hasil balapan yang merubah semua peta kekuatan dan masih banyak lainnya yang tidak mungkin saya uraikan satu persatu disini.

Alhasil hasil balapan Korea tersebut membuat saya tergelitik untuk berpikir, apa mungkin Fernando Alonso dari tim Ferrari juara dunia? Kalau benar terjadi berarti mitos bahwa sang juara seri pertama menjadi juara dunia masih menyelimuti perhelatan Kejuaraan Dunia Formula 1 hingga saat ini. Apalagi dengan hasil balapan di Brazil yang membuat Alonso semakin ditekan oleh dua pembalap Red Bull.

Hitung-hitungan tampaknya sudah sangat jelas sekali dari sisa balapan yang menyisakan satu seri lagi di Abu Dhabi (14/11). Sebetulmnya hanya dengan kemenangan di Brazil, Fernando Alonso bisa menjadi juara dunia 2010 tapi dengan catatan pebalap Mark Webber berada diluar empat besar. Sementara pesaing lainnya tidak peduli berada di posisi manapun. Tapi setelah hasil balapan di Brazil, posisi sekarang menjadi sedikit berubah.

Calon Juara Dunia 2010

“Saya hanya butuh posisi kedua apabila Mark menang di Abu Dhabi. Alternatif lain apabila Vettel menang, saya hanya butuh posisi ke empat,” komentar Alonso saat konperensi pers pasca balapan di Brazil.

Sebastian Vettel

Keadaan bisa aja berpihak kepada Alonso karena situasi politik lagi sedang memanas di kubu Red Bull. Bagaimana tidak, pihak Red Bull tampaknya lumayan kekeh sumekeh untuk tidak mau menerapkan team order hingga garis finish di Abu Dhabi. Bisa dibayangakan bagaimana kecewanya Webber apabila dia mengetahui kalau timnya tidak memberikan jalan menuju juara dunia apabila dilap-lap terakhir posisinya masih berada di belakang Vettel yang bakal menjuarai balapan di Abu Dhabi sementara Alonso berada diposisi ke-4. Kalah satu poin! Padahal sangat mungkin sekali menjadi Juara Dunia.

Masih ingat sepak terjang tim BrawnGP dimusim balapan 2009? Bagaimana tidak, tim baru muka lama tersebut dengan mantab merebut gelar juara dunia pebalap dan konstruktur justru ditahun pertamanya. Gelar Juara Dunia tersebut seolah-olah tidak bisa dielakan oleh tim tersebut hanya karena mereka menang di seri 1. Berlebihan? Tentu tidak karena sang dalang dibelakang layar adalah seorang maestro F1 Ross Brawn yang kita tahu kualitas dan determinasinya.

Bagaimana kisah ditahun-tahun sebelumnya? Kita ambil contoh tim-tim seperti Ferrari, Renault dan McLaren dari tahun 2000-2008 mereka selalu mendominasi seri pertama GP Australia dan menjadi Juara Dunia. Yang lebih menghebohkan adalah pada musim tahun 2007 dimana Kimi Raikonnen yang untuk pertama kalinya bergabung dengan tim Ferrari menjadi yang pertama melihat chequred flag di seri pertama dan diakhir musim menjadi juara dunia. Dan anehnya, kejadian serupa juga terjadi di kubu Ferrari dengan pebalap barunya Alonso berhasil menjadi kampium di seri pertama Bahrain 2010 apalagi ditambah pebalap satu timnya Felipe Massa menguntit di urutan kedua tapi masih menunggu apakah membuatnya juara dunia atau tidak.

Tahun 2004 sang living legend Michael Schumacher mendominasi balapan dari seri pertama hingga kelima dengan kemenangan berturut-turut di lima Grand Prix tersebut (Australia, Malaysia, Bahrain, San Marino dan Spanyol) dan tentunya menjadi juara dunia juga. Pada tahun 1998 juga kita bisa melihat Mika Hakkinen memenangi seri pertama Australia dan pada akhirnya keluar menjadi juara dunia 1998.

Kembali ke topik utama “Juara Seri I = Juara Dunia“ tampaknya sangat penuh sekali dengan kandungan tahayulnya alias kebetulan. Memang kalau dilihat secara langsung orang bisa mengatakan begitu tapi sesungguhnya kalau bisa dikaji lebih dalam lagi justru hal tersebut mungkin ada benarnya.

Kemenangan seri pertama bisa menjadi penambah keyakinan diri untuk seri-seri berikutnya. Dengan kata lain bahwa mereka sudah siap dari segala sisi, baik teknis maupun non teknis. Apalagi ditambah semenjak musim 2009 sesi testing ditengah musim sudah dihapus demi penghematan.

Jadi menurut hemat saya bahwa memang tidak ada waktu lagi bagi tim-tim untuk berbenah atau melakukan perubahan-perubahan yang signifikan ditengah-tengah musim.

Sebagai catatan, kemenangan pebalap Alonso ini akan melengkapi deret atlit berprestasi dari negara Spanyol dan membuat tahun 2010 adalah tahun bagi bangsa Spanyol merayakan kemenangan dari berbagai cabang olah raga dunia.

Alonso VS Hulk

Mark Webber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s