Schumacher Returns

Posted: January 8, 2010 in Formula 1
Tags: , , , , , ,

Kembalinya sang legenda Michael Schumacher ke ajang Kejuaraan Dunia Formula 1 pada musim 2010 mengingatkan kembali sebuah judul film kegemaran saya di tahun 2006 yaitu Superman Returns. Sedikit banyak mungkin ada persamaan antara kembalinya sang legenda dan Superman walaupun diantaranya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Sang legenda hidup dan berada di dunia nyata sementara sang Superman merupakan karakter fiksi karya komik DC.

Kesamaan keduanya mungkin mereka sama-sama manusia super alias diluar rata-rata manusia biasa. Apalagi sang Superman yang jelas-jelas memiliki kekuatan super untuk membasmi kejahatan di muka bumi. Tapi sang legenda Schumi tidak bisa kita samakan dalam artian yang harfiah. Schumi tidak memiliki kekuatan diluar rata-rata. Buktinya dia sendiri tidak bisa menahan rasa sakit yang masih mengganggu di lehernya pada saat ingin kembali bersama Ferrari di tahun 2009 untuk menggantikan Felipe Massa.

Kembalinya Schumi memang cukup mencengangkan seantero jagad raya. Pada tanggal 22 Desember 2009 akhirnya Schumi mengakhiri masa kasak kusuk yang mengatakan akan kembalinya sang legenda ke ajang balapan Formula 1 dengan menandatangi kontrak kerja sama bersama tim Mercedes GP selama 3 musim balapan. Dia mendapatkan kembali tenaga yang dibutuhkan untuk bertarung di F1. Setelah selama 3 tahun pensiun dia mendapatkan dirinya sangat bergairah kembali untuk melakukan apa yang selama ini paling bisa dia lakukan.

“Saya sangat lelah diakhir musim 2006, tapi setelah selama 3 tahun absen saya mendapatkan kembali seluruh tenaga untuk melakukan the real stuff,“ komentar Schumi.

Keputusan Schumi tersebut tentu tidak berjalan dengan mulus begitu saja. Banyak pro dan kontra bagaikan 2 sisi mata uang. Deret pujian dan motifasi mengalir sangat deras mendukung kembalinya sang legenda dan tidak pendek juga deretan kontra yang mencemoohkan keputusan tersebut.

Pribadi yang sangat mendukung tidak bukan adalah kawan lamanya sendiri, sang jenius Ross Brawn. Pasca penandatangan kontrak kerja sama tersebut, Brawn berkomentar bahwa Schumi masih mampu balapan di F1 bahkan memenanginya sekalipun. “Schumi mengatakan bahwa dia mampu melakukannya,“ komentar Brawn. “Schumi adalah pribadi yang paling tahu apa yang harus dilakukannya dan sekaligus sebagai hakim yang paling baik untuk dirinya sendiri.“

Bahkan keputusan kembalinya didukung oleh anak sang pendiri Ferrari itu sendiri, Piero Ferrari. Keputusan Schumi balapan dengan tim Mercedes telah ditanggapi oleh beliau bukanlah suatu penghianatan kepada Ferrari yang telah bersamanya selama 14 tahun. “Saya tidak melihat adanya suatu penghianatan dari Schumi kepada kami. Masalahnya adalah dia mau kembali lagi balapan tapi dia tidak bisa melakukannya bersama kami,“ jelas Piero Ferrari.

Ternyata penyebrangan Schumi ke kubu Mercedes mendulang komentar pedas dari banyak pihak juga. Tidak saja dari para mantan pesaingnya seperti Damon Hill yang mengatakan kembalinya Schumi pasti akan menyulitkan dirinya sendiri  bahkan dari kubu Mercedes sendiri terdapat komentar yang cukup pedas. Pemikiran bahwa kenapa Mercedes masih berada di dunia F1 saja sudah menjadi sorotan serius bagi para petinggi-petinggi Daimler Works Council atau serikat buruh yang bermarkas di Stuttgart. Di satu pihak Mercedes banyak melakukan pemecatan kepada pegawainya akibat dari krisis global dan pada saat yang bersamaan malahan membeli tim Brawn GP dan diperparah dengan menggaet Michael Schumacher dengan harga sebesar 7 juta pound setahunnya atau sekitar 100 milyar rupiah.

Dibalik pro dan kontra tersebut di atas, kembalinya Schumi (Schumi Returns) tentunya kita tidak memungkiri akan membawa balapan Formula 1 bergairah kembali. Penonton akan semakin bertambah apalagi usulan bos Ferrari, Luca di Montezemolo yang menginginkan tiket nonton F1 untuk bisa lebih murah lagi. Seperti Superman yang kembali lagi ke bumi untuk membantu bumi menjadi tempat hidup yang lebih baik dengan memberantas kejahatan. Schumi mungkin bisa dibilang di tahap awal ini dengan ’kelebihan’ yang dimilikinya dapat membantu balapan Formula 1 bisa menjadi lebih baik.

Sangat menarik menyaksikan kembali aksi Schumacher di lintasan balapan apalagi saat sekarang sudah banyak para pembalap muka baru dan rata-rata mereka masih muda. Ada satu dari dua hal yang pasti akan terjadi, apakah Schumi akan dipencudangi oleh pembalap-pembalap muda tersebut atau malahan Schumi seolah-olah memberikan pelajaran kepada mereka “This how to race dude!“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s