Ramah lingkungan? Harus bisa didaur ulang

Posted: December 9, 2009 in Uncategorized

Impian akan mobil ramah lingkungan tak hanya sebatas menciptakan green-car. Salah satunya pabrikan mobil di sejumlah negara saat ini sudah mulai memproduksi mobil dari bahan-bahan yang mudah didaur ulang dan ramah lingkungan.


Setiap tahun, jutaan unit mobil yang ada di negara-negara Uni Eropa memasuki masa apkirnya. Perundang-undangan yang dibuat negara-negara anggota Uni Eropa mengharuskan setiap negara anggotanya termasuk pabrikan mobil untuk mendaur ulang setiap kendaraan bermotor yang habis masa pakainya (end-of-life/ ELV) dengan sistim pengolahan yang bersahabat dengan lingkungan. Sementara menurut data di Inggris pada tahun 2002 terdapat sekitar 30 juta kendaraan berlalu lalang dan setiap tahunnya terdapat penambahan 2 juta kendaraan baru dimana sebaliknya 2 juta kendaraan pula dimusnahkan.

Setiap mobil memiliki masa hidup atau layak pakai rata-rata selama 13,5 tahun dan selebihnya mobil akan menjadi beban tidak hanya pada lingkungan tapi sang pemilik itu sendiri. Dalam kisaran mobil produksi tahun 1998 masing-masing mobil memiliki kandungan material sebagai berikut: metal besi (68%), metal tanpa kandungan besi (8%), plastik (9%), karet (5%), kaca (3%)  dan lain sebagainya.

Sementara ini Komisi Eropa yang khusus menangani masalah ELV atau European Commission’s Directives on End of Life Vehicles, sangat gencar memberikan tekanan pada setiap pabrikan mobil di Eropa agar isu ini menjadi perhatian bersama. Kenyataannya mereka sudah mengimplementasikan untuk mengurangi proporsi jumlah kendaraan yang sudah memasuki masa apkir yang masih beredar di jalanan pada tahun 2000. Dan jumlah kendaraan yang memasuki masa apkir terbukti tidak sedikit, bisa mencapai 10 juta unit per tahun yang terkumpul dari seluruh negara Uni Eropa dimana kalau dikumpulkan bisa menjadi “limbah” seberat 80 hingga 90 juta ton yang dapat mencemari lingkungan.

Komponen bekas, logam mengandung belerang, dan logam tak mengandung belerang semuanya bisa didaur ulang. Namun, serpihan logam yang mencapai 68 persen dari berat mobil tak bisa didaur ulang. Sejumlah produsen mobil kini berlomba mengurangi serpihan sampai 10 persen dari berat mobil. Dengan begitu, tingkat daur ulang pada mobil bisa mencapai 95 persen pada 2015.

Salah satu perusahaan yang getol melakukan daur ulang mobil tua adalah West Japan Auto Recycle Co., Ltd. (WARC) yang berpusat di Kitakyushu City, Fukuoka, Jepang. WARC adalah perusahaan pertama di Jepang yang mengembangkan sistem pembongkaran mobil tanpa serpihan dan sudah memenuhi standar pengolahan yang ramah lingkungan Sekaligus berhak mengeluarkan surat persetujuan penghancuran atau “certificate of destruction” untuk setiap kendaraan yang akan di daur ulang. Sejak mengoperasikan program itu pada Februari 2000, WARC telah membongkar sekitar 1.500 mobil tua tiap bulan dengan tingkat daur ulang hingga mencapai 85 persen.

Ada beberapa tahap dalam sistem pembongkaran ini. Langkah pertama, bagian-bagian luar mobil seperti pintu, kap, dan spatbor dilepas. Kemudian dilanjutkan dengan mengangkat bahan bakar, oli, dan cairan lain dalam mobil. Setelah itu komponen seperti jok, ban, batere, dan kaca jendela diangkat. Tahap berikutnya, komponen penting seperti mesin, transmisi, dan pipa pembuangan uap diangkat.

Setelah itu kerangka mobil dilebur menjadi plat-plat baja. Mesin yang telah dibersihkan dilebur menjadi batang-batang aluminium sebagai bahan pembuatan mesin baru. Sedangkan bahan-bahan dari plastik tak bisa dipakai lagi. Namun, WARC punya teknologi untuk mendaur ulang komponen yang terbuat dari kaca.

Sementara di Eropa nantinya per 1 Januari 2015, akan ada perubahan regulasi serta target persentase komposisi komponen setiap mobil yang harus di daur ulang, yang harus dipenuhi oleh setiap produsen mobil di Eropa.

Persentase minimum yang harus dicapai saat-saat sekarang adalah 80% untuk komponen yang dapat di daur ulang serta 85% jika komponen direkondisi. Ketentuan minimum ini dimaksudkan akan ditingkatkan di tahun 2015, menjadi 85% dan 95%. Regulasi ini nantinya akan berlaku bagi semua kendaraan baru yang dipasarkan tiga tahun setelah regulasi ini diresmikan.

Saat sekarang, model-model mobil paling gress yang secara fisik masih layak masuk lantai showroom, siap mengisi antrian daur ulang. Loh ko? Bukan tanpa alasan, tetapi kebanyakan varian gress yang diterima fasilitas pendaur ulang untuk diuraikan umumnya berkategori prototipe, alias produk tes. Selain masih mengadopsi fitur-fitur eksperimen canggih, rata-rata mobil prototipe ini telah menjalani tes sejauh 150.000 kilometer sehingga tak mungkin walau masih gress bisa dijual kembali. Apalagi produk prototipe ini sangat sensitif dari segi komersialnya jika kompetitior lain sampai tahu.

Sehingga jangan heran apabila mobil-mobil prototipe tersebut ‘dimusnahkan’ begitu saja jauh sebelum mereka memasuki lini produksi. Ambil contoh puluhan unit dari pabrikan MINI, BMW dengan model SUV X3 dan X5, model sport Z4, Serie 6 Coupe dan Convertible, Serie 5 serta Serie 7, dan yang paling menonjol, tak kurang dari 30 unit Rolls-Royce Phantoms – bernilai sekitar 10 juta dollar di pasaran – juga termasuk diantara model-model tersebut yang siap menunggu giliran untuk ‘diracik ulang’.

Saat ini setiap mobil terdiri dari ribuan komponen berbagai jenis dan tipe, komposisi materialnya pun sangat rumit. Sebuah sistim yang dinamakan International Dismantling Information System adalah sistem untuk membantu proses penguraian komponen secepat dan seekonomis tanpa menemui kesulitan yang berarti. Sistim ini juga memiliki data input dari lebih 58 produsen mobil di dunia. IDIS menyimpan 84.000 ribu lebih data nama komponen dan material. Sehingga sistim ini bisa mengklasifikasikan komponen dari 1.206 model mobil yang ada di dunia untuk di daur ulang.

Salah satu keunggulan IDIS yakni kemampuannya mengidentifikasi komponen seperti komponen-komponen plastik yang ada di mobil. Seperti contoh BMW sejak tahun 1990 telah menempelkan kode pada setiap komponen plastiknya yang beratnya melebihi 100 gram. Tujuannya untuk memberikan proses sistematis saat daur ulang plastik berlangsung.

Setiap tahunnya, material plastik yang ditemui di setiap mobil bertambah berlipat ganda. Karenanya, sistim IDIS ini sangat membantu dalam memberikan data yang komprihensif untuk proses pelaksanaan daur ulang, seperti diagram komponen kendaraan, estimasi waktu proses penguraiannya dan berat dari komponen atau material tersebut.

Tampak sekali disini bahwa isu mobil ramah lingkungan bukan hanya sebatas menciptakan mobil yang beremisi rendah saja. Dimana untuk menghasilkan hal tersebut setiap pabrikan sekarang berlomba-lomba mengenalkan teknologi-teknologi canggih yang bertujuan untuk menekan emisi gas buang malah hingga level nol. Tapi saat sekarang pabrikan juga harus bisa menciptakan mobil-mobil yang memiliki konten materialnya yang ramah lingkungan untuk di daur ulang. Hal tersebut bertujuan agar anak cucu kita nantinya tidak menanggung beban limbah mobil-mobil yang susah dimusnahkan alias didaur ulang. Dan akan berdampak pada ruang gerak mereka juga nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s